Dugaan Keracunan MBG Kembali Terjadi, 28 Anak di Jember Mendadak Alami Gejala Medis

By Admin


Ilustrasi

nusakini.com, Kasus dugaan keracunan makanan yang menyasar pelajar kembali mencuat di wilayah Kabupaten Jember pada awal pekan ini. Sebanyak 28 siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Islah di Kecamatan Gumukmas diduga mengalami gejala medis usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (22/9/2026).

Peristiwa bermula saat ratusan porsi hidangan tersebut dibagikan kepada 208 penerima di lingkungan sekolah pada pagi hari. Menurut keterangan kepolisian, tambahan minuman berupa susu kedelai kemudian dibagikan secara terpisah sekitar pukul 09.30 WIB.

Gejala gangguan kesehatan mulai dirasakan oleh puluhan anak sekitar satu jam setelah mengonsumsi sajian tersebut. Pihak sekolah yang panik langsung berkoordinasi dengan pendamping lapangan untuk mencari pertolongan medis terdekat.

Kapolsek Gumukmas AKP Edi Santoso menjelaskan bahwa para siswa langsung mendapatkan penanganan cepat dari fasilitas kesehatan setempat. "Dari 28 anak yang terdampak, 16 siswa mendapat penanganan awal menggunakan pertolongan alami air kelapa muda serta perawatan ringan dari Puskesmas Gumukmas, hingga akhirnya diizinkan pulang," terang Edi saat dimintai konfirmasi pada Rabu (23/9/2026).

Saat ini, masih terdapat belasan anak yang membutuhkan pemantauan kesehatan secara lebih intensif. Sebanyak 12 siswi dilaporkan masih menjalani perawatan lanjutan di puskesmas, meski semuanya dipastikan dalam kondisi sadar penuh.

Aparat penegak hukum telah mengambil langkah antisipatif untuk mencari penyebab pasti dari insiden dugaan keracunan ini. Sampel makanan dan minuman yang diduga menjadi pemicu telah dikirimkan ke Labkesda Jember untuk uji laboratorium lebih lanjut.

Hasil pemeriksaan laboratorium ini nantinya akan menjadi dasar penilaian medis dan hukum terkait kasus tersebut. Pihak penyedia SPPG Jatiagung Gumukmas beserta Dinas Kesehatan Kabupaten Jember memilih menunda pernyataan resmi hingga hasil uji sampel keluar. (*)